BLANTERWISDOM101

Rasa Bersalah itu tandanya ada Iman

Senin, 06 April 2026

Al-Qiyamah (75:2) 

وَلَآ أُقْسِمُ بِٱلنَّفْسِ ٱللَّوَّامَةِ ٢

"dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri)."

Rasa Bersalah ini Allah yang kasih di dalam Qalbu (hati), Allah ngasih itu sebagai kompas untuk membedakan mana yang salah dan mana yang benar, Rasa bersalah ini adalah efek dari Qalb kita masih berfungsi, supaya kita ada kemauan untuk memperbaiki diri. arahnya kemana?? Taubat

"Merasa bersalah adalah jalan untuk Taubat, Perasaan bersalah mengkoneksikan kamu dengan Allah."

  1. Seperti Nabi Adam ketika turun ke bumi, apa yang dia rasakan? Merasa Bersalah, lalu bertaubat.
  2. Apa yang pertama dirasakan Nabi Daud ketika diuji Allah dengan didatangkan 2 malaikat dan beliau memutuskan perkara tanpa mendengar kedua belah pihak? Rasa bersalah lalu beristighfar.
  3. Apa yang dirasakan Nabi Yunus ketika dia masuk perut paus? Rasa Bersalah
  4. Apa yang dirasakan para sahabat ketika meninggalkan posisinya dari bukit di perang uhud? Perasaan bersalah.

 Dengan banyaknya narasi,

"Belajar bodo amat, biar idup gak stress atau gak usah overthinking jangan nyalahin diri sendiri terus"

sebgai muslim ternyata gak bisa loh kaya gitu, kita harus bisa memposisikan diri, mana yang harus kita pikirin dan mana yang gak usah. Intinya rasa bersalah ini kita pake untuk konteks yang tepat.

Jangan sampe gak ada rasa bersalah sama sekali padahal udah dzolim sama orang, atau udah maksiat dan merasa biasa aja, gak merasa bersalah.

Rasa Bersalah ini adalah hisab internal, sebelum hisab secara eksternal di yaumul Qiyamah nanti sama Allah. Kalo hisab internalnya gak berfungsi, kaget gak sih nanti pas hisab eksternal.

Dalam Qalbu (Hati) ada : Ruh dan Nafs...

  1. Ruh ini yang bikin kita ingin berbuat baik, it's like angel side.
  2. Kalo Nafs ini animal side, bodily needs kayak makan, berkembang biak, keserakahan, ego, dan kalo gak dikontrrol ini bisa jadi keburukan atau kejahatan
Didalam Qalbu Nafs dan Ruh saling tarik menarik selama kita hidup. Kalo nafs lagi gak dikontrol dan akhirnya melakukan maksiat/ kejahatan, disinilah peran Ruh. Ruh kalian yang masih berfungsi akan negur Nafs, Ruh bilang "Heh, lu ngapain.? ini udah kelewatan tobat sana hingga ya Allah maaf, aku gak akan ulangin lagi.!".
Di tahap ini Nafs dan Ruh masih terus berperan di Qalb. Ketika udah ada rasa bersalah-pun, Nafs bisa menguasai lagi, Nafs, "belum puas, aku pengen lebih!"

Jadi, rasa bersalah ini muncul dari Ruh yang masih berfungsi (masih ada cahayanya). dan ruh ini cahayanya akan terus meredup jika kita terus menerus nurutin si Nafs tanpa bertaubat (merasa bersalah). Disinilah peran taubat. Taubat itu adalah aksi dari Ruh yang masih berfungsi, jadi kalo ada rasa bersalah segeralah taubat supaya cahayanya gak redup

Dan kalian tau apa yang lebih menakjubkan lagi??
Al-Qur'an tidak bilang Ruh lebih penting daripadi Nafs, tapi Al-Quran membuat harmoni keseimbangan antara raga dan jiwa.
Contoh :
Ramadhan adalah bulan spiritual, tapi Allah memberi kita 50:50. Siang kita disuruh puasa dan malam kita dibolehkan untuk memenuhi kebutuhan raga kita seperti makan, minum, atau hubungan sex bersama istri atau suami.

Yang Allah suruh adalah kontrol Nafs bukan mematikan Nafs. Nafs dan Ruh keduanya dibutuhkan untuk manusia dan ketika bisa menyeimbangkan keduanya kita akan dapat بِٱلنَّفْسِ ٱللَّوَّامَةِ

Share This :
Arry Akbar

Hi, Saya Mochamad Arry Akbar Ripa'i, S.M.