Al-Qiyamah (75:2)
وَلَآ أُقْسِمُ بِٱلنَّفْسِ ٱللَّوَّامَةِ ٢
"dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri)."
Rasa Bersalah ini Allah yang kasih di dalam Qalbu (hati), Allah ngasih itu sebagai kompas untuk membedakan mana yang salah dan mana yang benar, Rasa bersalah ini adalah efek dari Qalb kita masih berfungsi, supaya kita ada kemauan untuk memperbaiki diri. arahnya kemana?? Taubat
"Merasa bersalah adalah jalan untuk Taubat, Perasaan bersalah mengkoneksikan kamu dengan Allah."
- Seperti Nabi Adam ketika turun ke bumi, apa yang dia rasakan? Merasa Bersalah, lalu bertaubat.
- Apa yang pertama dirasakan Nabi Daud ketika diuji Allah dengan didatangkan 2 malaikat dan beliau memutuskan perkara tanpa mendengar kedua belah pihak? Rasa bersalah lalu beristighfar.
- Apa yang dirasakan Nabi Yunus ketika dia masuk perut paus? Rasa Bersalah
- Apa yang dirasakan para sahabat ketika meninggalkan posisinya dari bukit di perang uhud? Perasaan bersalah.
Dengan banyaknya narasi,
"Belajar bodo amat, biar idup gak stress atau gak usah overthinking jangan nyalahin diri sendiri terus"
sebgai muslim ternyata gak bisa loh kaya gitu, kita harus bisa memposisikan diri, mana yang harus kita pikirin dan mana yang gak usah. Intinya rasa bersalah ini kita pake untuk konteks yang tepat.
Jangan sampe gak ada rasa bersalah sama sekali padahal udah dzolim sama orang, atau udah maksiat dan merasa biasa aja, gak merasa bersalah.
Rasa Bersalah ini adalah hisab internal, sebelum hisab secara eksternal di yaumul Qiyamah nanti sama Allah. Kalo hisab internalnya gak berfungsi, kaget gak sih nanti pas hisab eksternal.
Dalam Qalbu (Hati) ada : Ruh dan Nafs...
- Ruh ini yang bikin kita ingin berbuat baik, it's like angel side.
- Kalo Nafs ini animal side, bodily needs kayak makan, berkembang biak, keserakahan, ego, dan kalo gak dikontrrol ini bisa jadi keburukan atau kejahatan
.jpg)
.png)
comment 0 Please Share a Your Opinion.
more_vert